Recent Posts

free counters

Nilai Tertinggi UN 2013 se-Kota Sukabumi adalah Shinta Ellisya SMANSA

Selamat dan sukses untuk Ananda : Shinta Ellisya Fauzia Kelas 12 IPA7 atas prestasinya meraih nilai tertinggi UN dan 2013 Program IPA se-Kota Sukabumi dengan nilai KIMIA10 (sepuluh).
Ananda Shinta Ellisya Fauzia merupakan peraih Medali EMAS OSN Kimia Tk. Kota Sukabumi yang mewakili Kota Sukabumi di Tk. Propinsi Jawa Barat Tahun 2012.
Peraih ranking Pertama di Kelasnya semenjak Kelas 7 (SMPN 14) hingga Kelas 12 di SMANSA.
Barokallaah. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

DIREKTUR UTAMA BUMN, PT. SURVEYOR INDONSIA, ASEP ISKANDAR (ALUMNI SMANSA 1977)

Mungkin, karena inilah Pak Asep Iskandar (Alumni Smansa 1977), Direktur Utama Surveyor Indonesia mealksanakan kegiatan DIREKSI BUMN Mengajar di GOR SMANSA Siang tadi. (dokumentasi Menyusul)
 Dahlan Iskan Wajibkan Direksi BUMN Mengajar di Pelosok
Menyambut Hari Pendidikan Nasional, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan wajibkan semua direksi perusahaan milik negara untuk mengajar di sekolah.

Sekitar 700 direksi perusahaan BUMN akan dikirim untuk mengajar ke seluruh pelosok nusantara lewat Gerakan Indonesia Mengajar.

Hal itu dia sampaikan saat mengumpulkan semua direksi perusahaan BUMN di Gedung Pertamina Jakarta, Minggu (19/5). Hadir pula Rektor Universitas Paramadina Anis Baswedan yang juga penggagas Gerakan Indonesia Mengajar.

Nantinya, para direksi perusahaan milik negara itu wajib mengajar di sekolah tempat mereka dulu menimba ilmu.

"Ada direksi yang harus mengajar ke sekolah yang harus naik mobil sembilan jam," kata Dahlan.

Sementara itu, Rektor Universitas Paramadina Anis Baswedan mengatakan para direksi ditugaskan memberi inspirasi dengan berbagi kisah hidup kepada siswa-siswa di seluruh Indonesia.

"Bukan untuk mengajar matematika atau IPA, tapi memberikan motivasi agar siswa-siswa bisa mempunyai harapan dan cita-cita tinggi. Yang hilang di kelas sekarang adalah inspirasi. Jadi sampaikanlah motivasi supaya siswa bisa bermimpi dan mengejar impiannya," kata Anis. (OP-ixn/Antara)

SEMINAR PELAJAR UNGGULAN WILAYAH SUKABUMI - CIANJUR 2013


GOR SMANSA SUKABUMI : Sabtu, 04 MEI 2013


Pendidikan mempunyai peranan penting dalam menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan manusia, karena pendidikan pada dasarnya merupakan upaya menyiapkan peserta didik dimasa mendatang. Pendidikan juga merupakan proses pertumbuhan dimana individu diberi bimbingan untuk mengembangkan kemampuan, minat dan bakatnya, seperti tertuang  dalam tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha  Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan di Indonesia selama ini lebih banyak bersifat klasikal-massal, yaitu berorientasi pada kuantitas untuk dapat melayani sebanyak-banyaknya jumlah siswa. Kelemahan yang tampak adalah belum terakomodasikannya kebutuhan individual siswa di luar kelompok siswa normal. Oleh karena potensi siswa tidak dapat disalurkan atau berkembang secara optimal. Atas dasar pemikiran tersebut, SMA Negeri 1 Kota Sukabumi sejak tahun ajaran 2005/2006 merintis pelayanan belajar bagi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa, yang mendapat arahan dari Dirjen Dikdasmen dan Subdit PLB Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Dalam proses perjalanan selama tiga tahun terakhir dan dari hasil evaluasi, terdapat tuntutan untuk pengrekrutan siswa untuk program Cerdas Istimewa Bakat Istimewa  (CIBI) ini harus dilaksanakan sebelum pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru, ini dimaksudkan untuk penjaringan yang lebih optimal terhadap potensi-potensi siswa cerdas dan berbakat. Selanjutnya SMA Negeri 1 Kota Sukabumi menyelenggarakan Program Penelusuran Siswa Berprestasi (PPSB) sebagai program unggulan dalam pelaksanaan penyelenggaraan kelas Cerdas Istimewa dan kelas Bakat Istimewa bidang keagamaan, olah raga, dan seni.
Berkaitan dengan program penelusuran siswa berprestasi sebagai program unggulan dalam pelaksanaan penyelenggaraan kelas Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa serta sebagai implementasi dari visi SMA Negeri 1 Kota Sukabumi yakni “Unggul dan Terpadu Dalam Pengembangan Fikir, Dzikir dan Amal, serta memiliki komitmen yang tinggi dalam mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan”, maka dirasa perlu adanya sebuah kegiatan yang dapat menjadi wadah sosialisasi program unggulan SMA Negeri 1 Kota Sukabumi tersebut kepada calon siswa-siswi SMA Negeri 1 Kota Sukabumi. Kegiatan Seminar Pelajar Unggulan ini diharapkan dapat menjadi wadah yang digunakan sebagai sosialisasi program di atas dan juga dapat dijadikan sebagai ajang silaturahmi antara pihak SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, SMP dan MTS yang menjadi sumber dan calon siswa siswi SMA Negeri 1 Kota Sukabumi serta para alumni SMA Negeri 1 Kota Sukabumi yang telah berhasil dan berprestasi dalam bidang akademik, keagamaan, olah raga, maupun seni, baik dalam skala nasional, maupun internasional.
Berdasar pada latar belakang tersebut diatas, maka inovasi yang dilakukan oleh SMANSA Kota Sukabumi tahun ini, pada proses PPSB untuk mengisi kuota Kelas CIBI tahun ini adalah tahapan sosialisasi yang berbentuk kegiatan Seminar Pelajar Unggulan yang akan dihadiri sisiwa/i berprestasi tingkat SMP/M.Ts. dari wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi serta Kabupaten Cianjur.
.      Program kerja KESISWAAN tahun 2012 - 2013
2          .      Program kerja RENBANG tahun 2012 – 2013
3          .      Program kerja HUMAS tahun 2012 - 2013
4          .      Program kerja KURIKULUM tahun 2012 - 2013

Bentuk dari kegian ini adalah seminar sehari dengan pembicara berasal dari alumni SMA Negeri 1 Kota Sukabumi yang telah berhasil dalam berbagai bidang dengan Pembicara Utama : Laksamana Muda Taufiqurrahman dan Prof. DR. Ahmad Sulaeman, M.Sc. Alumni SMANSA 1981.
Tema dari kegiatan ini adalah “Dengan Seminar Pelajar Unggulan (SPU) 2013 Kita Cetak Peserta Didik  Berprestasi Mendunia”

Tujuan diadakan kegiatan ini, diantranya untuk :
- osialisasi program kelas program Cerdas Istimewa/Bakat Istimewa di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi.
2          - Silaturahmi antara pihak SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, SMP dan MTS yang menjadi 
              sumber dan calon siswa siswi SMA Negeri 1 Kota Sukabumi serta para alumni SMA 
             Negeri 1 Kota Sukabumi yang telah berhasil dan berprestasi dalam bidang akademik, seni
             dan olahraga baik dalam skala nasional maupun internasional.


Peserta kegiatan ini adalah siswa-siswi berbakat dan unggul dari SMP dan MTS kelas IX pada tahun 2012-2013 dari Kota dan Kabupaten Sukabumi.
 Kegiatan Seminar Pelajar Unggulan ini akan dilaksanakan pada :
Hari Pelaksanaan           : Sabtu, 4 Mei 2013
Waktu Pelaksanaan       : 08.00 – 14.15 WIB.
Tempat Pelaksanaan      : Gedung Olahraga SMAN 1 Kota Sukabumi


Renungan H-1 HARDIKNAS 2013

Kecewa, itulah perasaan yang melanda kami, Dewan Guru SMANSA saat ini, ketika mendapat pesan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi bahwa tidak ada pengumuman nama-nama juara pada OSN, O2SN dan FLS2N seperti yang biasa dilakukan tahun-tahun sebelumnya.
Kecewa, karena tahun inilah TAHUN KEBANGKITAN SMANSA, ketikas semua bidang ; Sains (OSN), Olah Raga (O2SN) dan Seni (FLS2N) SMANSA menjuarainya.
Tadinya saya membayangkan mereka, anak-anak saya akan merasa berbangga, karena prestasinya dihargai, bahkan bukan hanya mereka, tetapi, guru-gurunya, orang tua dan teman-teman mereka.
Sayang, kenapa hal-hal seperti ini selalu ditimpakan pada mereka, siswa/i SMANSA yang notabene anak asuh kami.
Semoga kiata mendapatkan hikmah bahwa, kalian semua, siswa/i SMANSA harus bercita-cita menjadi penentu kebijakan dikota sendiri untuk merubah Paradigma Kepemerintahan , khususnya yang berkenaan dengan Psikologis Peserta Didik, yang harus memahami reinforcement positif sebagai sebuah KENISCAYAAN dalam peningkatan prestasi peserta didik.
Semoga mereka yang lalai mengapresiasi kalian semua, siswa/i yang berprestasi diampuni kesalahan dan dosanya serta diberi bimbingan dan kekuatan untuk kembali kejalan KEBENARAN.
Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Materi Kelas 11 IPS Semester 2 : LINGKUNGAN



1.                                                                                                Pendahuluan             :
Secara umum di masyarakat sering disebut istilah “lingkungan hidup” cukup dengan “lingkungan saja”. Anda tentu bertanya apa sih yang dimaksud dengan lingkungan hidup?
Lingkungan hidup adalah suatu sistem komplek yang berada di luar individu yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme.
Dalam Undang-Undang No.23 Tahun 1997 Pasal 1 Ayat (1), pengetian lingkungan hidup adalah kesatuan ryang dengan semua benda, daya, keadaan, da makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang memperngaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta maklhuk hidup lainnya.
Lingkungan hidup itu terdiri dari dua komponen yaitu komponen abiotik dan biotik :
a.
Komponen abiotik, yaitu terdiri dari benda-benda mati seperti air, tanah, udara, cahaya, matahari dan sebagainya.
b.
Komponen biotik, yaitu terdiri dari mahkluk hidup seperti hewan, tumbuhan dan manusia.

Pernahkah Anda memperhatikan lingkungan di sekitar rumah Anda, bagaimana kondisinya? Apakah bagus atau sudah rusak? Untuk lebih memahami kondisi lingkungan hidup dan pembangunan pelajari uraian berikut ini !

A.    Kualitas Lingkungan Hidup
1.     Lingkungan Hidup

   Manusia hidup di bumi tidaklah sendirian, melainkan bersama mahkluk lain yaitu tumbuhan, hewan dan jasad renik. Mahkluk hidup yang lain itu bukanlah sekedar kawan hidup yang hidup bersama secara netral atau pasif terhadap manusia, melainkan hidup manusia itu terkait erat pada mereka. Tanpa mereka manusia tidaklah dapat hidup. Kenyataan ini dapat kita lihat dengan mengandaikan di bumi ini tidak ada hewan dan tumbuhan. Dari manakah kita mendapat oksigen dan makanan? Sebaliknya seandainya tidak ada manusia, tumbuhan, hewan dan jasad renik akan dapat melangsungkan kehidupannya seperti terlihat dari sejarah bumi sebelum ada manusia. Karena itu anggapan bahwa manusia adalah mahkluk yang paling berkuasa sebenarnya tidak benar.
Seharusnya kita menyadari bahwa kitalah yang membutuhkan mahkluk hidup yang lain untuk kelangsungan hidup kita dan bukannya mereka yang membutuhkan kita untuk kelangsungan hidup mereka

Secara umum di masyarakat sering disebut istilah “lingkungan hidup” cukup dengan “lingkungan saja”. Anda tentu bertanya apa sih yang dimaksud dengan lingkungan hidup?
Lingkungan hidup adalah suatu sistem komplek yang berada di luar individu yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme.
Dalam Undang-Undang No.23 Tahun 1997 Pasal 1 Ayat (1), pengetian lingkungan hidup adalah kesatuan ryang dengan semua benda, daya, keadaan, da makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang memperngaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta maklhuk hidup lainnya.
Lingkungan hidup itu terdiri dari dua komponen yaitu komponen abiotik dan biotik :
  1. Komponen abiotik, yaitu terdiri dari benda-benda mati seperti air, tanah, udara, cahaya, matahari dan sebagainya
  2. Komponen biotik, yaitu terdiri dari mahkluk hidup seperti hewan, tumbuhan dan manusia.
Pengertian Ekologi
Orang yang pertama kali memperkenalkan istilah ekologi adalah Earns Haeckel (1834 – 1919) pada tahun 1860. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu “oikos” yang berarti rumah dan “logos” yang berarti ilmu. Secara harfiah ekologi adalah ilmu tentang mahkluk hidup dalam rumahnya, atau dapat diartikan juga sebagai ilmu tentang rumah tangga mahkluk hidup.
Menurut Miller (1975), ekologi adalah ilmu mengenai hubungan timbal balik antara organisme dan sesamanya serta dengan lingkungan tempat tinggalnya. Menurut Odum (1971) ekologi adalah suatu studi yang mempelajari struktur dan fungsi ekosistem. Struktur di sini menunjukan suatu keadaan atau susunan dari sistem ekologi pada waktu dan tempat tertentu. Keadaan itu termasuk kepadatan/kerapatan, biomas, penyebaran potensi unsur-unsur hara (materi), energi, faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang mencirikan keadaan sistem tersebut yang kadang-kadang mengalami perubahan. Sedangkan fungsinya menggambarkan peran setiap komponen yang ada dalam sistem ekologi atau ekosistem. Jadi pokok utama ekologi adalah mencari pengertian bagaimana fungsi organisme di alam.
Ekologi berkaitan dengan berbagai ilmu pengetahuan yang relevan dengan kehidupan (peradaban) manusia, seorang yang belajar ekologi sebenarnya bertanya tentang berbagai hal berikut :
a.
Bagaimana alam bekerja?
b.
Bagaimana suatu spesies beradaptasi dalam habitatnya?
c.
Apa yang mereka perlukan dari habitatnya itu untuk dapat dimanfaatkan guna melangsungkan kehidupan?
d.
Bagaimana mereka mencukupi kebutuhannya akan unsur hara (materi) dan energi ?
e.
Bagaimana mereka berinteraksi dengan spesies lainnya?
f.
Bagaimana individu-individu dalam spesies itu diatur dan berfungsi sebagai populasi, bagaimana keindahan ekosistem tercipta?
Komponen-komponen yang ada di dalam lingkungan hidup merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan membentuk suatu sistem kehidupan yang disebut ekosistem. Suatu ekosistem akan menjamin keberlangsungan kehidupan apabila lingkungan itu dapat mencukupi kebutuhan minimum dari kebutuhan organisme.
C. Keterbatasan ekologi
Planet bumi yang menjadi tempat tinggal makhluk hidup untuk tumbuh dan berkembang biak memiliki keterbatasan-keterbatasan dalam mencukupi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Dalam perkembanganya pada organisme mengalami seleksi alam, misalnya telur ikan yang beribu-ribu itu dari induknya, yang dapat hidup terus hingga dewasa hanya beberapa ekor saja.
Begitu juga tiram, binatang laut ini dapat menghasilkan 500 milion telur sekali bertelur. Jika semua telur-telur itu berkembang menjadi tiram-tiram dewasa dan semua keturunannya hidup, maka sesudah generasi keempat kita dapat menemukan tumpukan tiram-tiram seluas bumi selama 8 tahun. Demikian pula tumbuhan mempunyai kemampuan berkembang biak secara cepat jika spora-spora atau biji-biji yang disebarkan tumbuh semua menjadi dewasa, maka populasi tumbuhan akan naik luar biasa. Demikianlah seleksi alam selalu terjadi.
Semua hewan dan tumbuhan cenderung untuk tumbuh bereproduksi dan mati, sampai dikurangi oleh pengaruh lingkungan, faktor yang mula-mula menghentikan pertumbuhan dan penyebaran dari organisme disebut faktor pembatas. Hal ini terjadi pada makhluk hidup, sedangkan pada lingkungan hidup secara luas mempunyai keterbatasan. Lahan pertanian yang tadinya subur karena diolah terus menerus, maka kesuburannya menjadi berkurang. Apabila pada lahan tersebut penduduknya bertambah, maka “beban”nya menjadi bertambah pula karena dipacu untuk memproduksi melebihi kapasitasnya dengan cara diberi pupuk dan sebagainya. Sebagai akibat dari hal tersebut maka lahan itu mengalami penurunan kemampuan produksi ataupun yang disebut dengan deteriorasi lingkungan. Kondisi lingkungan yang dalam keadaan produktifitasnya optimal dan seimbang secara ekologi dikatakan dalam kodisi homeostatis. Deteriorasi lingkungan salah satunya ditandai oleh pemulihan produktifitas yang berjalan lambat.

 Upaya pelesterian lingkungan hidup
Pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakatnya. Dalam proses pembangunan itu tentu akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan hidup.
Pembangunan tidak saja mendatangkan manfaat, tatapi juga membawa resiko kerusakan lingkungan. Kita melihat di sekitar kita misalnya hutan diubah menjadi lahan sawah untuk memproduksi bahan makanan, dengan perubahan lahan hutan menjadi lahan sawah ini akan menggangu keseimbangan ekologi. Sungai kita bendung untuk mendapatkan manfaat listrik, bertambahnya saluran irigasi, dan terkendalinya banjir. Resikonya ialah tergusurnya kampung dan sawah penduduk setempat, dan punahnya jenis hewan dan tumbuhan tertentu. Kayu di hutan kita tebang, devisa dari ekspor kayu kita dapatkan, sebaliknya kita menghadapi resiko kepunahan hewan dan tumbuhan, bertambahnya erosi tanah, rusaknya tata air, dan terjadinya hutan alang-alang. Sarana transportasi kita tambah, hubungan satu tempat ke tempat lain menjadi mudah, tetapi resikonya pencemaran udara dan kebisingan, serta kecelakaan lalu lintas. Silahkan Anda boleh mencari contoh lain lagi dan laporkan pada guru bina Anda.
Faktor lingkungan yang diperlukan untuk mendukung pembangunan yang berkesinambungan adalah
a.
Terpeliharanya proses ekologi yang esensial. Di alam terdapat proses ekologi yang menjadi penopang kehidupan kita. Rusaknya proses ekologi itu akan membahayakan kehidupan kita dibumi.
b.
Tersedianya sumber daya cukup. Pembangunan adalah usaha untuk dapat menaikan manfaat yang kita dapatkan dari sumber daya. Kenaikan manfaat itu dapat kita capai dengan menggunakan lebih banyak sumber daya, menaikkan efisiensi penggunaan sumber daya (tanpa menaikan jumlah sumber daya yang kita pakai), dan mencari sumber daya alternatif (BBM, sumber daya genetis, sumber daya manusia).
c.
Lingkungan sosial budaya yang sesuai. Lingkungan sosial budaya sangat penting bagi kesinambungan pembangunan, sebab pembangunan dilakukan oleh dan untuk manusia yang hidup di dalam kondisi sosial budaya tertentu. Beberapa hal perlu diperhatikan seperti: pemerataan pembangunan, persaingan dalam mendapat sumber daya yang dibutuhkan, pembangunan masyarakat terasing, serta penguasaan ilmu dan teknologi.
Dalam melaksanakan berbagai proyek pembangunan agar tidak menimbulkan dampak besar yang merugikan lingkungan, maka dilakukan usaha-usaha antara lain:
1)
Sebelum pelaksanaan pembangunan terlebih dahulu dilakukan suatu analisis yang biasa disebut Analisis Dampak Lingkungan (ADL), tahap ini merupakan sarana untuk memeriksa kelayakan rencana suatu proyek yang akan dilaksanakan, seperti yang diatur oleh UU No. 4 tahun 1982 pasal 16, yang berbunyi “setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan, wajib dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan yang pelaksanaannya diatur dengan peraturan pemerintah.
2)
Bagi kasus-kasus proyek yang telah jadi, digunakan metode Analisa Manfaat dan Resiko Lingkungan (AMRIL).
  (a)


(b)



Gambar. Waduk menggusur petani yang hidup di lembah sungai yang dibendung. Sementara itu manfaat listrik masih banyak melampaui mereka dan belum menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka (A). Akibatnya tekanan penduduk terhadap lahan meningkat. Hutan rusak, erosi dan pedangkalan waduk dipercepat (B)
Kegiatan Seminar Kebumian dan Debat Pelajar yang diadakan dalam SMANSA EXPO 2013/ BP ke-24
Kegiatan yang seyogyanya dilaksanakan pada Tanggal 14 Januari diundur menjadi Tanggal 22 Januari 2013.
Menghadirkan Direktur Museum Geologi Bandung yang juga Alumni SMANSA 1978, Bapak Yunus Kusumahbrata, Dipl. Eng. 

Guru PNS dan Tersertifikasi harus Syukur Ni’mat.

 (Mencermati Polemik antara Saudara Dudung Koswara dan Saudara Ade Munajat berkenaaan Tulisan tentang Guru Sangkuriang)
 
Dunia pendidikan adalah dunia normatif, dunia penuh dengan nilai, sehingga kesalahan sekecil apapun yang terdapat dalam profesi Guru PNS, akan menjadi sorotan. Pertanyaannya : “adilkah perlakuan tersebut ?.” Jawaban dari pertanyaan itu harus menyamankan perasaan masyarakat yang berstatus sebagai user layanan pendidikan yang kita laksananakan.
Profesi guru itu adalah “mendidik”, diamana pekerjaan ini sangat kental dan bahkan identik dengan da’wah. Kedekatan ini pula mendekatkan peran guru dengan gelar ulul albab, bahkan ‘ulama bagi guru-guru yang menekuni spesifikasi bidang khusus keagamaan dalam Islam. Pada tataran normatif para ulama itu digelari dengan gelar yang sangat tinggi, yakni “wara’satul anbiya”, sehingga secara genetik guru merupakan “keturunan akademik” dari para nabi.
Sudah tidak zamannya lagi Guru PNS yang tersertifikasi menjadi bagian dari warga negara yang berkeluh kesah atas profesinya, karena memang tidak memiliki pilihan lain, selain berusaha melaksanakan tupoksinya secara baik atau mundur tergantikan dengan gelombang generasi yang lebih baik. Sudah tidak zamannya lagi guru kebakaran jenggot, ketika  mendapatkan kritikan perbaikan kinerja dari luar profesi, atau bahkan otokritik dari rekan sejawat seperti yang dilakukan oleh Saudara Dudung Koswara dalam tulisannya di media cetak ini seminggu yang lalu. Ya, memang ada pentamsilan/ penganalogian atau “metapora” (mengambil istilah yang dipakai Saudara Ade Munajat) yang kurang tepat dengan istilah Guru Sangkuriang dan Murid Malinkundang (kurang bil hikmah wal mau’idlatul hasanah),  namun kekurang-tepatan itu tidak lantas kemudian menempatkan posisi Guru PNS menjadi para malaikat yang suci dan bebas kritik atas kinerjanya atau menapikkan adanya pola pendidikan ‘nyaah dulang” yang mengintervensi keputusan-keputusan otoritas persekolahan, bahkan di sekolah-sekolah RSBI sekalipun. Penempatan huruf R dalam singkatan RSBI selama bertahun-tahun (lebih dari 3 tahun) pada beberapa sekolah RSBI pun menunjukkan kelemahan kita yang ternyata tidak bisa memenuhi targetan waktu seperti yang diharapkan, karena berkenaan dengan kesenjangan antara konseptual program dengan kontekstual pendidik dan peserta didik dalam pemenuhan 8 Standar Pengelolaan Pendidikan Nasional  diamanatkan Permendiknas No. 19 Tahun 2007.
 Merebaknya demo yang dilakukan para guru honorer untuk diangkat menjadi PNS serta membludaknya pendaftaran menjadi Guru PNS menempatkan Negara atau Rakyat Indonesia memiliki bergaining position yang kuat dibandingkan pelayan pendidikannya (Guru PNS).
Kita bukan pemberi  tahu, melainkan pengingat.. Begitulah kira-kira kata padanan yang tepat untuk kewajiban da’wah kita sebagai sebaik-baik ummat (khairu ummah) yang memiliki tugas ta’muruuna bil ma’ruf wa tanhauna ‘anil munkar.
Indah, ketika mendengar kedekatan tugas kita sebagai guru dengan para nabi, insan-insan yang senantiasa mendapatkan perhatian ALLAH dalam perjalanan hidupnya. Pada tataran ini, ALLAH sekali lagi menegaskan pada kita bahwa  profesi guru itu profesi yang sangat lekat dengan shirah kenabian, walau secara syar’i kita meyakini bahwa Muhammad SAW merupakan Khatamun nabiyyin.
K.H. Isa Anshary, dalam Bukunya yang melegenda, “Mujahid Da’wah,” menegaskan bahwa pilihan menjadi penda’wah adalah bukan pilihan yang akan menghadapkan kita pada kemegahan dunia secara materil, melainkan sebuah perjalanan panjang berliku yang penuh dengan halangan dan rintangan. Mengambil posisi dijalan da’wah berarti nawwaitu dengan sepenuh hati mewakafkan diri pada shirah yang jauh dari dunia hedonistik dan individualistik.
Pada konteks Periode Da’wah Madaniyah, beberapa shahabat nabi tidak diberangkatkan ke medan pertempuran, karena memiliki  kemampuan menghapal ayat-ayat yang diturunkan kepada Nabi (Al Quran dan Hadits Qudsi) serta tutur kata Nabi (Hadits). Shahabat nabi yang istimewa seperti inilah yang kemudian sehari-harinya disibukkan dengan kegiatan belajar-mengajar Agama islam, belajar kepada nabi dan mengajar kepada para penganut Islam yang datang kemudian. Untuk shahabat-shahabat seperti ini, atas perintah nabi, Baitul Maal yang menampung zakat, infak dan shadaqah Kaum Muslimin, mengalokasikan dananya dengan memasukannya pada “asnab fisabilillaah.”
Pertanyaannya sekarang, Bagaimanakah kedudukan guru PNS, apabila dianalogikan atau ditamsilkan denga Periode Da’wah Madaniyah ?. Jawabanya, guru yang sudah menyandang PNS adalah sekelompok warga negara  yang diistimewakan negara dengan mendapatkan penghidupan dari pajak yang dikumpulkan dari seluruh warga negara. Mengapa semua warga negara ?. Jawabannya, karena semua barang yang dikonsumsi oleh warga negara meiliki konsekuensi pembayaran pajak langsung, terlepas dari besar atau kecilnya. Sebagai contoh : seorang anak tuna wisma yang menkonsumsi susu kaleng, ataupun karena keterpaksaannya harus mengkonsumsi barang sejenis yang lebih murah dari kios kecil disekitar rumahnya akan terkena pajak langsung dari kelebihannya membayar harga yang diatas harga pokok produksi plus rabbat bagi pengusahanya, karena harga kebanyakan barang  yang dikenakan pada konsumen di Indonesia merupakan harga yang sudah menyertakan penambahan nominalnya yang dieruntukan bagi pembayaran  pajak industri. Belum juga, jika bapaknya yang tuna wisma itu, juga merokok, maka dia secara otomatis menjadi pembayar pajak yang “patuh” dengan kontribusi yang cukup besar, bergantung pada tingkat kecanduannya. Merujuk pada keistimewaan yang diberikan negara yang demikian hebat untuk Guru PNS, maka berbondong-bondonglah sebagian masyarakat yang dulunnya meremehkan profesi Guru PNS menjadi tertarik untuk menekuni pofesi ini dengan harapan mendapatkan ‘jaminan masa depan” dari fasilitas yang disediakan negara melalui penggajian dan sertifikasi. Hal ini tidak menjadi masalah, apabila dalam peerjalanannya, seseorang yang memilih profesi Guru PNS bersiap dengan berbagai konsekuensi logisnya.
Berkenaan dengan hal lain yang dianjurkan Saudara Ade Munajat pada PGRI diakhir tulisannya berkenaan dengan Saudara Dudung koswara, maka menurut saya Program PGRI saat ini lebih baik dikonsentrasikan pada pembekalan-pembekalan mental dan spiritualitas Guru agar menjadi insan-insan yang Syukur Ni’mat, ketika mendapatkan kepercayaan masyarakat mendapatkan jaminan penggajian dan sertifikasi dari negara melalui peningkatan kinerja dan otokritik/ muhasabah  untuk mengembalikan guru mengenal kesejatiannya (Tazkiyatun nafs ilaa ma’rifatul insan). Pemberian tegoran, karena kesalahan  teknis, berupa kesalahan penganalogian legenda fiktif kedalam realitas dunia pendidikan tidak lantas menjadi sebuah langkah yang cerdas, karena penggunaan Sangkuriang disana bukan dimaksudkan pada keseluruhan kareakter, melainkan pada penggalan episode Sangkuriang yang kesiangan. Sekali lagi, kesiangan, minus karakter Oedipus complexnya. Adapun kesalahan metapora Malinkundang kepada para siswa bermasalah, memang seharusnya dihindarkan, karena akan memberikan pencitraan yang tidak baik bagi guru, karena pemberian gelar tersebut bisa menjadi do’a dan dapat dikatergorikan sebagai bullying, bila diketahui oleh siswa yang bersangkutan. Justeru, karena produktifnya Saudara Dudung Koswara harus diwadahi di PGRI yang sekaligus dibekali dengan skill-skill yang menunjang kearah yang lebih shaleh dalam penyampaian asumsi-asumsi atas dasar observasi yang akurat di masa mendatang.     
Akhirnya, salam hangat untuk semua Guru, Semoga Allah anugerahkan kita rezeki keistiqomahan dalam syukur ni’mat. Tetap semangat melayani dan menjadikan hambatan, kkritik, celaan, hinaan sebagai media muhasabah kita dan menjadikannya sebagai bagian dari kifarat atas kesalahan-kesalahan  dan dosa kita dalam melayani masyarakat pendidikan yang diembankan Allah melalui negara dan masyarakat kepada kita.
Diberkatilah Guru Indonesia, Berwibalah Pendidikan Indonesia !
 
 
 
      
 
               
  

Curi start, Merekrut Siswa Prestasi untuk Mendulang Emas di OSN

Curi start, Merekrut Siswa Prestasi untuk Mendulang Emas di OSN
Oleh : Ade Fathurahman, S.Pd.
Guru SMAN 1 Kota Sukabumi

Olimpiade Sain Nasional (OSN) yang merupakan suatu perhelatan akbar tahunan bagi masyarakat pendidikan di Indonesia. Betapa tidak, hanya dengan satu saja prestasi siswanya  yang berhasil di OSN ini, suatu keluarga, sekolah asal, bahkan suatu kota mendapatkan hadiah psikologis kebahagiaan yang tiada tara ditengah carut marut Informasi Prestasi Pendidkan Indonesia.   
Pada akhirnya, beberapa tahun ini Masyarakat Indonesia seharusnya berbangga, ternyata pada saat tata laksana pemerintaha di Indonesia dikritisi habis-habisan oleh dunia, pada saat persepak bolaan Indonesia yang mendapatkan perhatian penuh pemerintah dan masyarakat Indonesia hanya mampu berkutat di tingkat regional, beberapa siswa/i Indonesia menjuarai Science Olympiad (Olimpiade Sain Dunia, sekali lagi tingkat dunia. 

Kunci Jawaban dan Spektrum OSK Kebumian 2012


JAWABAN SELEKSI TINGKAT KABUPATEN/KOTA
OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2012 BIDANG ILMU KEBUMIAN

1
B
21
C
41
A
61
B
81
B
2
A
22
D
42
E
62
C
82
E
3
B
23
C
43
D
63
E
83
E
4
E
24
A
44
B
64
C
84
D
5
C
25
B
45
A
65
A
85
C
6
D
26
A
46
D
66
C
86
E
7
E
27
B
47
A
67
C
87
B
8
E
28
A
48
C
68
D
88
C
9
B
29
B
49
E
69
A
89
D
10
D
30
B
50
A
70
A
90
B
11
A
31
E
51
E
71
D
91
C
12
C
32
A
52
B
72
B
92
B
13
E
33
B
53
D
73
A
93
B
14
C
34
C
54
A
74
D
94
C
15
B
35
E
55
E
75
A
95
B
16
C
36
E
56
D
76
C
96
E
17
C
37
A
57
B
77
D
97
B
18
E
38
A
58
E
78
B
98
D
19
E
39
A
59
D
79
E
99
B
20
B
40
C
60
C
80
E
100
C

Link Terkait

Ayo Silaturahmi, Sharing everything

Astronomy

Loading...

Improving

Loading...

News ( Bewara)

Loading...

AL ISLAM

Loading...

Encarta

Loading...

SMANSA KOTA SUKABUMI in Youtube

Loading...